May 27, 2016

Dasar Teori dan Manfaat Stimulasi Pijat Bayi

Dasar Teori dan Manfaat Stimulasi Pijat Bayi

Touch adalah sentuhan alamiah pada bayi yang dapat berupa tindakan mengusap, mengurut atau memijat. Jika tindakan ini dilakukan secara teratur, maka sentuhan ini dapat merupakan bentuk stimulasi dan intervensi yang dapat memberikan banyak manfaat untuk si bayi.
Pijatan bayi merupakan rangsangan/ stimulasi taktil-kinestetik, komunikasi verbal dan perwujudan rasa cinta kasih orang tua terhadap bayi. Pijatan berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang bayi sehingga stimulasi pijat seharusnya dilakukan oleh ibu ataupun ayah dari bayi.
Dasar Teori dan Manfaat Stimulasi Pijat Bayi
Pijat adalah terapi sebtuh tertua dan terpopuler. Di Cina telah dikenal sejak 3000 tahun sebelummasehi, kemudian menyebar dan berkembang ke negara lain. Sedangkan di Indonesia sendiri pijat dikenal sejak dahulu secara turun menurun. Hipocrates (400 SM) memasukkan pijat sebagai salah satu bentuk metode pengobatan.
Touch meningkatkan aktifitas neurotransmitter serotonin sehingga glucocorticoid receptor binding capacity meningkat, akibatnya terjadi penurunan kadar hormon glucocorticoid (adrenalin dan hormon stress lain) dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Uvnas-Moberg, (1987) mengatakan touch dapat meningkatkan aktivitas vagal, sehingga menyebabkan pelepasan hormon gastrin, insulin, cholecystokinin sehingga meningkatkan penyerapan saluran pencernaan pada saat bayi dipijat.
Sejak 1963sampai 1998 telah dipublikasikan sebanyak 152 penelitian tentang touch. Ottenbacher dkk (1987) telah melakukan meta analisis 19 penelitian tentang touch dan mendapatkan dampak positif stimulasi pada bayi prematur (72%). Sedangkan Krywanio (1994) juga melakukan meta-analisis 37 penelitian touch. mendapatkan bahwa stimulasi taktil pada bayi prematur secara bermakna meningkatkan berat badan, perkembangan motorik, stabilitas kardiopulmonal, feeding, tidur dan visual awareness.
Tahun 2004, Vicker, dkk melakukan telaah 131 penelitian touch ternyata tidak ditemukan efek samping pemijatan, Demikian pula Zealay C, (2005) melakukan critical review terhadap 76 penelitian mendapatkan hasil bahwa tidak ada data touch pada bayi berbahaya. Namun penelitian pada bayi sehat hingga saat ini masih sedikit.
Sensitivitas suatu organ saat dalam fase pertumbuhan cepat terhadap pengaruh luar/ lingkungan/ ekosistem, menunjang maupun menghambat merupakan dasar biologis dari konsep "Periode kritis" dimana bayi/anak dapat tumbuh dan berkembang optimal sesuai dengan potensinya. Periode ini, selain memberi peluang khusus untuk upaya pembinaan kesehatan dan perkembangan pada bidang tertentu, juga merupakan peluang untuk upaya memperbaiki gangguan dan mengkompensasi kerusakan yang terjadi sebelumnya. Merujuk konsep periode kritis dan plastisitas yang tinggi dalam proses tumbuh kembang priode "zero to three" (bawah 3 tahun), maka usia nol sampai tiga tahun sering disebut sebagai "golden period" (kesempatan emas) untuk meningkatkan kemampuan potensi bayi-anak setinggi-tingginya di masa mendatang.
Karakteristik periode kritis dan plastisitas yang tinggi pada batita adalah pertumbuhan sel otak cepat, yang berlangsung dalam waktu yang singkat, peka terhadap stimulus dan pengalaman, fleksibel dalam mengambil alih fungsi sel di sekitarnya dengan membentuk sinaps-sinaps serta sangat mempengaruhi periode tumbuh kemabng selanjutnya. Maka pada periode ini harus mendapat perhatian yang serius dalam arti tidak hanya mendapatkan nutrisi yang memadai saja tetapi memperhatikan juga stimulasi dan intervensi dini untuk membantu bayi-anak meningkatkan potensi dengan memperoleh pengalaman yang sesuai tuntutan perkembanganya.
Pijat pada bayi merupakan bentuk rangsangan/ stimulasi taktil-kinestetik disertai dengan stimulasi terhadap komunikasi verbal sebagai perwujudan rasa cinta kasih orang tua terhadap bayi. Pijatan berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang bayi dan merupakan bentuk stimulasi dan intervensi yang dapat memberikan banyak manfaat untuk si bayi antara lain terhadap pertumbuhannya. Mekanisme yang dapat terjadi selama pemijatan sehingga memberikan efek positif terhadap pertumbuhan adalah sebagai berikut :
Meningkatkan tonus nervus vaus (Nervus X) : Meningkatkan produksi enzim penyerapan (gastrin, insulin) sehingga penyerapan di saluran pencermaan lebih baik
Penyerpan makanan lebih baik
Penyerapan yang lebih baik pada saluran cerna ini menyebabkan pertumbuhan bayi lebih baik

Manfaat untuk bayi

  1. membantu bayi untuk berlatih relaksasi
  2. membuat tidur lebih lelap dan lama
  3. membuat ikatan / bonding dengan ibu/orangtua
  4. membantu pengaturan sistem pencernaan, sistem respirasi dan sirkulasi
  5. membantu meredakan ketidaknyamanan (kolik, tumbuh gigi)
  6. menurunkan produksi hormon stresor
  7. membantu mengatasi gangguan tidur


Manfaat untuk orang tua

  1. Memberikan perhatian khusus dan mempererat keterdekatan dengan bayi
  2. Membantu orangtua mengetahui bahasa (isyarat) non verbal bayi
  3. Membuat rasa percaya diri dalam mengasuh bayi
  4. Meningkatkan komunikasi orangtua dan bayi
  5. Meningkatkan kemampuan orangtua membantu bayi untuk relaksasi
  6. Meredakan stress orangtua
  7. Membuat suasana yang menyenangkan


Kapan ?
Kapanpun saat orang tua ingin memulai
pemijatan setiap hari pada 6-7 bulan pertama usia bayi, sangat bermanfaat

Perhatian khusus0


  • jangan memijat bayi setelah ia makan/ disusui
  • jangan membangunkan bayi hanya untuk dipijat
  • jangan memijat saat bayi sakit
  • jangan meijat dengan paksa
  • jangan memaksakan posisi pijatan tertentu saat pemijatan


Tips

  1. lakukan kontak mata dengan bayi
  2. nyanyikan lagu atau putarkan musik lembut agar ebih rileks
  3. mulai dengan sentuhan ringan dan perlahan tingkatkan tekanan pijatan saat bayi anda merasa nyaman
  4. perhatikan isyarat bay (menangis, mangantuk, kehausan, rewel)
  5. agar lebih memudahkan dan tidak melukai kuliat bayi gunakan minyak pada kedua telapak tangan saat memijat
  6. mandikan atau seka badan anak setelah pemijatan dengan air hangat, bila bayi masih di rumah. jauhkan minyak dari mata bayi
  7. jika sakit atau pemijatan dilakukan di malam hari, maka bayi cukup diseka


Persiapan Pemijatan

  1. ruang kamar hangat dan tidak berangin
  2. bila bayi masih dirumah sakit, pemijatan dilakukan di dalam inkubator atau di bawah penghangan khusus (infant warmer)
  3. sediakan waktu yang cukup
  4. usahakan pada posisi yang nyaman dan santai (untuk ibu dan bayi)
  5. alas yang rata dan lembut
  6. sediakan handuk, baju gantu dan baby oil/ lotion
  7. kuku pendek dan tidak memakai perhiasan di jari tangan
  8. tangan dalam keadaan bersih



PENUTUP
Pengaruh tersebut akan menggoptimalkan tumbuh kembang bayi, sehingga stimulasi pijat seharusnya dilakukan oleh ibu atau ayah dari bayi yang bisa dimulai dari usia berapapun bahkan dalam keadaan bayi prematur, tetapi tentunya setelah dikonsultasikan kepada pakar yang berkompeten






Sumber :
UKK Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial
IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA

No comments:

Post a Comment