May 20, 2016

MENSTRUASI



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Perempuan merupakan mahluk hidup yang mempunyai kebutuhan yang beragam. Kebutuhan itu mencakup beberapa aspek seperti biopsikososial spiritual dimana jika salah satunya tidak terpenuhi akan menimbulkan ketidakseimbangan, salah satunya menyangkut organ reproduksinya.
Pada umumnya wanita mengalami ketidaknyamanan fisik selama beberapa hari sebelum periode menstruasi mereka datang. Kira-kira setengah dari seluruh wanita menderita akibat dismenorhea atau menstruasi yang menyakitkan. Hal ini khususnya sering terjadi awal-awal masa dewasa (pubertas). Gejala-gejala dari gangguan menstruasi dapat berupa payudara yang melunak, puting susu yang nyeri dan bengkak, serta mudah tersinggung. Beberapa wanita mengalami gangguan yang cukup berat seperti keram yang disebabkan oleh kontraksi otot-otot halus rahim, sakit kepala, sakit pada bagian tengah perut, gelisah, letih, hidung tersumbat, dan ingin menangis. Dalam bentuk yang paling berat, sering melibatkan depresi dan kemarahan, kondisi ini dikenal sebagai gejala datang bulan atau pre menstrual syndrom (PMS) dan mungkin membutuhkan penanganan medis.
Beberapa wanita mengalami sebuah kondisi yang dikenal sebagai amenorhea atau kegagalan bermenstruasi selama masa waktu perpanjangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor termasuk stress, hilang berat badan, olahraga berat secara teratur, atau penyakit. Sebaliknya, beberapa wanita mengalami aliran menstruasi yang berlebihan, kondisi yang dikenal sebagai menoraghia. Tidak hanya aliran darah menjadi banyak, namun dapat berlangsung lebih lama dari periode normal.
Seorang wanita jika awal kedatangan menstruasi, hal ini bisa menjadi saat yang mengecewakan baginya. Anak-anak perempuan yang tidak mengenal tubuh mereka dan proses reproduksi dapat mengira bahwa menstruasi merupakan bukti adanya penyakit atau bahkan hukuman akan tingkah laku yang buruk. Anak-anak perempuan yang tidak diajari untuk menganggap menstruasi sebagai fungsi tubuh normal dapat mengalami rasa malu dan perasaan kotor saat menstruasi pertama mereka. Dalam hal ini, dibutuhkan media sebagai bahan penjelasan atau gambaran tentang siklus menstruasi agar dapat dimengerti khususnya pada wanita.

B.     RUMUSAN MASALAH
Dari uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini :
1.      Apakah yang dimaksud dengan menstruasi?
2.      Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi proses menstruasi pada wanita?
3.      Bagaimanakah siklus menstruasi pada wanita?
4.      Apa sajakah  klasifikasi gangguan menstruasi pada wanita?
5.      Bagaimana mengatasi gangguan menstruasi?

C.    TUJUAN
Tujuan penulisan dalam makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengertian menstruasi.
2.      Untuk mengetahui gambaran tentang siklus menstruasi.
3.      Untuk mengetahui klasifikasi gangguan menstruasi.
4.      Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan menstruasi
5.      Untuk mengetahui cara mengatasi gangguan menstruasi. 
BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN MENSTRUASI
Haid atau menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai dengan pelepasan (deskuamasi) mukosa endometrium. Panjang siklus haid ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Hari mulainya perdarahan dinamakan hari pertama siklus. Panjang siklus haid yang normal atau dianggap sebagai siklus haid yang klasik adalah 28 hari. Rata-rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25,1 hari, pada wanita usia 43 tahun 27,1 hari, pada wanita usia 55 tahun 51,9 hari. Jadi, sebenarnya panjang siklus haid 28 hari itu tidak sering dijumpai. Kira-kira 97% wanita yang berovulasi siklus haidnya berkisar antara 18 - 42 hari. Jika siklusnya kurang dari 18 hari atau lebih dari 42 hari dan tidak teratur, biasanya siklusnya tidak berovulasi (anovulatoar).
Lama haid biasanya antara 3 - 5 hari. Tetapi ada pula yang 1-2 hari dengan diikuti darah sedikit-sedikit, bahkan ada yang sampai 7 - 8 hari. Pada setiap wanita biasanya lama haid itu tetap.  Jumlah darah yang keluar rata-rata  ±16 – 35 cc. Pada wanita yang lebih tua biasanya darah yang keluar lebih banyak.  Jumlah darah haid lebih dari 80 cc dianggap patologik.
Kebanyakan wanita tidak merasakan gejala-gejala pada waktu haid, tetapi sebagian kecil merasa berat pada bagian panggul atau merasa nyeri (dysminorhea). Usia gadis remaja pada waktu pertama kalinya mendapat haid (menarche) bervariasi yaitu antara 10 - 16 tahun, tetapi rata-rata pada usia 12,5 tahun. Menarche terjadi  di tengah-tengah masa pubertas yaitu masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Sesudah memasuki  masa pubertas, wanita memasuki masa reproduksi, yaitu masa dimana ia dapat memperoleh keturunan. Masa reproduksi ini berlangsung 30 - 40 tahun dan berakhir pada masa mati haid atau baki (menopause).

Description: E:\menstruasi.jpg


B.     SIKLUS MENSTRUASI PADA WANITA
Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ditambah atau dikurangi dua sampai tiga hari). Siklus ini dapat berbeda pada wanita yang sehat dan normal. Siklus haid mulai teratur jika wanita sudah berusia 25 tahun. Siklus ini dikendalikan oleh hormon-hormon reproduksi yang dihasilkan oleh hipotalamus, hipofisis, dan ovarium.
Fase dalam siklus haid, yaitu :
1.      Fase Folikel
Pada akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan hormone gonadotropin. Hormon ini akan merangsang hipofisis untuk melepaskan FSH (Follicle Stimulating Hormone) atau hormon pemicu pertumbuhan folikel. Pada awal siklus berikutnya pada hari pertama sampai ke-14, folikel akan melanjutkan perkembangannya karena pengaruh FSH dalam ovarium. Setelah itu terbentuk folikel yang sudah masak (folikel de Graaf) dan menghasilkan hormon estrogen yang berfungsi menumbuhkan endometrium dinding rahim dan memicu sekresi lendir.
2.      Fase Estrus
Kenaikan  hormon estrogen digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan dan merangsang terjadinya pembelahan sel-sel endometrium uterus. Selain itu juga berperan dalam menghambat pembentukan FSH oleh hipofisis untuk menghasilkan LH (Luteinizing Hormone) yang berperan dalam merangsang folikel de graaf yang telah masak untuk melakukan ovulasi dari ovarium. Ovulasi umumnya berlangsung pada hari ke-14 dari siklus haid. Biasanya pada setiap ovulasi dihasilkan satu oosit sekunder.
3.      Fase Luteal
LH merangsang folikel yang telah kosong untuk membentuk corpus luteum (badan kuning). Selanjutnya korpus ini menghasilkan progestron yang mengakibatkan endometrium berkembang tebal dan lembut serta banyak pembuluh darah. Selama 10 hari setelah ovulasi, progesteron berfungsi mempersiapkan uterus untuk kemungkinan hamil. Uterus pada tahap ini siap menerima dan memberi sel telur yang telah dibuahi (zigot). Jika tidak terjadi fertilisasi corpus luteum berubah menjadi corpus albicans dan berhenti menghasilkan progesteron.
4.      Fase Menstruasi / Perdarahan
Apabila fertilisasi tidak terjadi,maka produksi progesteron mulai menurun pada hari ke-26. Corpus luteum (badan kuning) berdegenerasi dan lapisan uterus bersama dinding dalam rahim luruh (mengelupas) pada hari ke-28 sehingga terjadi pendarahan. Biasanya haid berlangsung selama 7 hari. Setelah itu dinding uterus pulih kembali. Selanjutnya karena tidak ada lagi progesterone yang dibentuk, maka FSH dibentuk lagi kemudian terjadilah proses oogenesis, dan siklus haid dimulai kembali. Siklus haid akan berhenti jika terjadi kehamilan.

Description: E:\Menstrual.jpg

Ø  Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu :
a.       Masa menstruasi
Pada waktu itu endometrium dilepas, sedangkan pengeluaran hormon-hormon ovarium paling rendah (minimum).
b.      Masa proliferasi
Endometrium tumbuh kembali, disebut juga endometrium melakukan proliferasi. Antara hari ke-12 sampai ke-14 dapat terjadi pelepasan ovum dari ovarium yang disebut ovulasi.
c.       Masa sekresi
Terjadi perubahan dari corpus rubrum menjadi corpus luteum yang mengeluarkan progesteron. Di bawah pengaruh progesteron ini, kelenjar endometrium yang tumbuh berkelok-kelok mulai bersekresi dan mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Pada akhir masa ini stroma endometrium berubah ke arah sel-sel desidua, terutama yang berada di seputar pembuluh-pembuluh arterial. Keadaan ini memudahkan adanya nidasi (menempelnya ovum pada dinding rahim setelah dibuahi).

Description: E:\untitled.JPG
Mekanisme haid belum diketahui seluruhnya, akan tetapi sudah dikenal beberapa faktor (kecuali faktor hormonal) yang memegang peranan dalam hal ini :
1.      Faktor-faktor enzim
Dalam fase proliferasi estrogen mempengaruhi tersimpannya enzim-enzim hidrolitik dalam endometrium, serta merangsang pembentukan glikogen dan asam-asam mukopolisakarida. Zat-zat yang terakhir ini ikut serta dalam pembangunan endometrium, khususnya dengan pembentukan stroma dibagian bawahnya.
2.      Faktor-faktor vascular
Mulai fasse proliferasi terjadi pembentukan sistem vaskularisasi dalam lapisan fungsional endometrium. Pada pertumbuhan endometrium ikut tumbuh pula arteria-arteria, vena-vena dan hubungan antaranya.
3.      Faktor prostaglandin
Endometrium mengandung banyak prostaglandin E2 dan F2. Dengan desintegrasi endometrium, prostaglandin terlepas dan menyebabkan berkontraksinya miometrium sebagai suatu faktor untuk membatasi perdarahan pasa haid.










C.     KLASIFIKASI GANGGUAN MENSTRUASI
Gangguan haid dan siklusnya dalam masa reproduksi dalam digolongkan sebagai berikut :
1.      Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan
a.       Hipermenorhea atau menorrhagia
Hipermenorhea ialah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal (normal = 3-7 hari) atau lebih lama dari normal ( lebih dari 8 hari), yang terkadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi. Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus, misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktitas yang terganggu, polyendometrium, gangguan pelepasan endometrium pada waktu haid. Pada gangguan pelepasan endometrium biasanya terdapat juga gangguan dalam pertumbuhan endometrium yang diikuti dengan gangguan pelepasannya pada waktu haid.
b.      Hipomenorhea
Hipomenorhea ialah perdarahan haid yang lebih pendek atau lebih kurang dari biasanya. Penyebabnya terletak pada konstitusi penderita, pada uterus (misalnya sesudah miomektomi “pengambilan sarang mioma saja tanpa pengambilan uterus”), adanya gangguan endokrin, penyakit menahun, ketidaksuburan pada endometrium, dll.
2.      Kelainan dalam siklus
a.       Polimenorhea atau Epimenoragia
Kelainan ini akibat siklus haid yang lebih memendek dari 21 hari, sedangkan jumlah perdarahan relatif  sama atau lebih banyak dari biasa. Polimenorhea merupakan gangguan hormonal dengan umur corpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya. Apabila siklus pendek tetapi teratur ada dua kemungkinan :
b.      Stadium proliferasi pendek
Stadium intermentrium, berlangsung hari ke-5 haid sampai hari ke-14 haid.
c.       Stadium sekresi pendek
Endometrium lebih tipis daripada fase sebelumnya karena kehilangan cairan.
d.      Oligomenorhea
Kelainan ini akibat siklus haid lebih memanjang dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Oligomenorhea yang menetap dapat terjadi dari :
1)      Perpanjangan stadium folikuler
2)      Perpanjangan stadium luteal
3)      Kedua stadium di atas menjadi panjang
4)      Pengaruh psikis
5)      Pengaruh penyakit, seperti TBC
e.       Amenorhea
Amenorhea adalah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Amenorhea dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1.      Amenorea Primer
Kelainan ini terjadi apabila seorang wanita berumur 18 tahun ke atas tidak pernah mendapat haid. Amenorhea primer umumnya mempunyai penyebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui seperti kelainan kongenital dan kelainan genetik.
2.      Amenorea sekunder
Kelainan ini terjadi akibat hilangnya haid setelah menarche.
Adanya amenorhea sekunder lebih menuju pada penyebab yang timbul kemudian dalam kehidupan wanita seperti gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor-tumor, penyakit infeksi, dll.

3.      Perdarahan di luar haid
Metrorhagia atau menometrorhagia ialah perdarahan tidak teratur yang terjadi dalam masa antara 2 haid dan tidak ada hubungannya dengan haid. Klasifikasi penyebab terjadinya metrorhagia :
a.       Metrorhagia di luar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh; carcinoma corpus uteri, carcinoma cervicitis; peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis haemorrhagia, endometritis haemorrhagia); hormonal.
b.      Perdarahan fungsional :
1)      Perdarahan Anovulatoar : disebabkan oleh psikis, neurogen, hypofiser, ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik, penyakit akut maupun kronis.
2)      Perdarahan Ovulatoar : akibat corpus luteum persisten, kelainan pelepasan endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis.
4.      Gangguan lain yang berhubungan dengan haid
a.       Pre Menstrual Tension (Ketegangan Pra Haid)
Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung. Hai ini terjadi akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron menjelang menstruasi dengan penambahan berat badan dan kadang-kadang edema. Dalam hubungan dengan hormonal rupanya terdapat efisiensi luteal pengurangan produksi progesteron. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30 - 40 tahun. Gejala klinik dari pre menstrual tension adalah gangguan emosional seperti  gelisah, susah tidur/insomnia, perut kembung, mual muntah, nyeri pada payudara, dan terkadang merasa tertekan.


b.      Mastodinia atau Mastalgia
Mastodinia adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid yang disebabkan oleh dominasi hormon estrogen, sehingga terjadi retensi air dan garam yang disertai hiperemia di daerah payudara.
c.       Mittelschmerz (Rasa Nyeri pada Ovulasi)
Mittelschmerz adalah rasa sakit yang timbul pada wanita saat ovulasi, berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari di pertengahan siklus menstruasi. Hal ini terjadi karena pecahnya folikel Graff. Lamanya bisa beberapa jam bahkan sampai 2-3 hari. Terkadang Mittelschmerz diikuti oleh perdarahan yang berasal dari proses ovulasi dengan gejala klinis seperti kehamilan ektopik yang pecah atau terkadang dengan perdarahan sangat sedikit berupa getah berwarna cokelat .
d.      Vicarious menstruation
Terjadinya perdarahan ekstra genital dengan internal periodik yang sesuai dengan siklus haid. Tempat perdarahan yang paling sering dijumpai ialah mukosa hidung berupa epistaksis dapat juga terjadi pada berbagai organ tubuh seperti lambung, usus,  paru-paru, payudara, dan kulit.
e.       Dysmenorrhea
Dysmenorrhea adalah rasa nyeri menjelang dan selama menstruasi yang disebabkan prostaglandin merangsang kontraksi otot rahim sehingga menimbulkan rasa nyeri di perut, pinggang sampai kaki. Prostaglandin juga merangsang kontraksi otot pembuluh darah di kepala sehingga menimbulkan sakit kepala dan kontraksi otot polos pada saluran pencernaan sehingga menimbulkan mual-mual dan diare. Dysmenorrhea terjadi pada 30 - 75 % wanita dan memerlukan pengobatan.  Penyebab gangguan nyeri haid bisa berasal dari berbagai sumber, antara lain :

1)      Kejiwaan yang labil
2)      Konstitusi tubuh yang melemah akibat kekurangan darah, penyakit menahun, dsb
3)      Adanya sumbatan pada saluran leher rahim, contohnya pada kasus posisi rahim terlalu menunduk ke depan (hyperaneflexy) yang mengakibatkan leher rahim menekuk dan salurannya menjadi tercekik.
Dysmenorrhea dibagi 2 macam :
a)      Dysmenorrhea primer
Dysmenorrhea primer adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat-alat genital yang nyata. Dismenorhea primer terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih, oleh karena siklus berjenis anovulatoar yang tidak disertai dengan rasa nyeri. Rasa nyeri ini bersifat timbal balik dari sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan haid dan berlangsung untuk beberapa jam.
b)      Dysmenorrhea sekunder
Dysmenorrhea sekunder  adalah nyeri haid yang baru belakangan terjadi dan dulunya tidak pernah dialami, biasanya nyeri ini berhubungan dengan adanya penyakit atau kemungkinan adanya kelainan pada kandungan. Dysmenorrhea sekunder disebabkan oleh kuman genekalogik (salphingitis atau peradangan pada saluran telur; kranika; tumbuhnya lapisan rahim endometrium yang tersasar di luar rahim; adenomiosi; uteri; stenosis servisis uteri, dsb)



f.       Cryptomenorrhoe (tidak terlihat haid, namun sebenarnya disebut haid)
Sebenarnya perdarahan yang ada berlangsung di dalam rahim, namun tidak tampak keluar dari liang vagina. Kemungkinan ini tergolong selaput dara tidak berlubang. Hal ini juga sama terjadi apabila leher rahim tertutup, sehingga mengakibatkan darah tidak dapat mengalir memasuki saluran vagina. Oleh karena leher rahim tertutup rapat, maka darah haid menumpuk di rongga rahim.


D.    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA GANGGUAN MENSTRUASI
Menurut dr. Goel Madhu, seorang konsultan kandungan dari Rockland Hospital, New Delhi, India mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai menstruasi yang tidak lancar. Hal tersebut di antaranya :
1.      Siklus menstruasi tidak normal
Siklus menstruasi biasanya terjadi secara teratur. Lamanya perdarahan bisa bervariasi dari 2 – 7 hari dengan interval dua siklus (waktu antara periode pertama dan periode berikutnya) sekitar 28 hari.
2.      Kehamilan
Alasan paling umum dari siklus menstruasi yang tidak teratur dalam kelompok usia reproduksi biasanya berhubungan dengan kehamilan. Jika periode haid telah terlewati, tes kehamilan akan menjadi sebuah keharusan.Terkadang, kehamilan bisa terjadi pada wanita yang mengalami perimenopause (menjelang menopause). Sementara apabila perdarahan melampaui batas waktu, hal ini bisa menjadi tanda dari kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).  Siklus  menstruasi yang tidak teratur juga merupakan tanda umum yang terjadi pasca kehamilan. Pemberian ASI kepada bayi juga bisa menghambat waktu mestruasi. Hal ini normal dan tidak menjadi masalah.
3.      Perimenopause
Siklus haid yang tidak teratur juga terjadi pada perimenopause. Beberapa perubahan dalam siklus ini biasanya dapat diterima dan tidak memerlukan pengobatan, sementara perdarahan yang berat akan memerlukan penanganan lebih lanjut. Perdarahan setelah wanita mengalami menopause adalah suatu hal yang tidak normal dan harus diselidiki.
4.      Penggunaan alat kontrasepsi
Berbagai bentuk alat kontrasepsi juga dapat mengakibatkan siklus menstruasi tidak teratur. Misalnya, penggunaan pil KB dapat menyebabkan perdarahan menjadi hanya sedikit dan bahkan mengakibatkan perdarahan yang berat. Pemberian suntikan untuk kontrasepsi pasca melahirkan juga dapat mengakibatkan haid tidak teratur.
5.      Masalah pada berat badan
Kenaikan atau penurunan berat badan juga dapat mengakibatkan siklus menstruasi tidak teratur. Kenaikan berat badan yang signifikan dapat menunjukkan adanya gangguan thyroid. Gangguan ini sangat umum pada wanita dan berdampak pada naiknya berat badan, siklus menstruasi tidak teratur, gejala anemia, dsb. Padahal, berat badan yang berlebihan (overweight) dapat menjadi tanda terjadinya penyakit ovarium polikistik yang merupakan masalah hormonal dan memerlukan pengobatan. Berat badan yang berlebihan juga dapat menjadi petunjuk terjadinya masalah pada kondisi sistemik, seperti kanker dan TBC. Kenaikan atau penurunan berat badan dapat pula menunjukkan gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa.
6.      Stress emosional
Stress emosional yang berat seperti kehilangan pekerjaan, kehilangan orang terdekat juga dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur.


E.     CARA MENGATASI GANGGUAN MENSTRUASI
Gangguan haid yang terjadi pada seorang wanita merupakan suatu hal yang menganggu aktivitas. Terdapat beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi gangguan haid. Kita dapat memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada dan tidak memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh.
Beberapa bahan alami yang dapat kita gunakan utntuk mengatasi gangguan haid :
1.      Bubuk kayu manis
Cara membuat ramuan ini dengan cara menyeduh  0,5 – 2,5 gram bubuk kayu manis dengan 2,5 gelas air panas. Minum ramuan ini dua kali sehari.
2.      Ubi jalar
Untuk mengatasi gangguan haid, kita dapat merebus ubi jalar atau bisa diolah dalam bentuk makanan lainnya. Ubi jalar juga telah tersedia dalam berbagai bentuk seperti bubuk atau pil.
3.      Bawang  putih
Bawang putih telah lama dikenal sebagai antiseptic atau pencegah infeksi. Bawang putih memiliki kandungan baik yang bersifat seperti imuno-potensiasi. Factor volatile (mudah menguap) dari kandungan senyawa sulfur inilah yang dapat membantu mengatasi gangguan haid.
4.      Jamur shitake
Jamur ini digunakan dalam pengobatan China selama berabad-abad lamanya untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan yang ada dalam jamur shitake seperti lentinan sebagai imuno-stimulasi dan obat alami untuk anti tumor.
5.      Temu putih
Cara penggunaan temu putih ini adalah dengan mencuci satu rimpang temu putih, kemudian dimakan seperti lalapan. Lakukan dua kali sehari.

Ø Untuk mengurangi nyeri saat haid  ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu :
a.       Perbanyak asupan cairan untuk menghindari dehidrasi. Kekurangan cairan akan membuat nyerinya semakin terasa. Usahakan untuk minum air hangat untuk meningkatkan aliran darah ke daerah panggul.
b.      Membuat ramuan jahe. Caranya, rebus beberapa potong jahe yang telah dimemarkan dalam air lalu minumlah air jahe dalam keadaan hangat.
c.       Tempatkan handuk hangat di sekitar perut bagian bawah. Ini cara yang cukup mudah untuk menghilangkan nyeri sementara waktu.
d.      Hindari meminum minuman yang mengandung kafein karena bisa memicu iritasi pada usus halus.
e.       Meminum teh beraroma mint. Lebih baik jika diminum dalam keadaan hangat.
f.       Melakukan peregangan pada pagi hari dapat melancarkan pereedaran darah dan sekaligus mengurangi rasa nyeri.









Mengapa wanita mudah terjangkit infeksi bakteri selama menstruasi? Itu dikarenakan lebih kurang sebanyak 107 bakteri per sentimeter persegi ditemukan di atas pembalut wanita biasa, kondisi demikianlah yang membuat pembalut biasa menjadi sarang  pertumbuhan bakteri merugikan walau hanya setelah 2 jam pemakaian.
Kesalahan yang kerap dilakukan saat pemakaian pembalut wanita :
a.       Membuka dan memasang pembalut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
b.      Menyimpan pembalut di tempat lembab seperti kamar mandi.
c.       Menggunakan pembalut yang telah kadaluarsa.
d.      Pemilihan pembalut tanpa mempertimbangkan kualitas pembalut.
e.       Memakai pembalut yang mengandung bahan penghilang bau atau pewangi.
f.       Pemakaian pembalut yang terlalu lama.
Untuk itulah, penggunaan pembalut yang baik dan benar juga dapat menghindarkan kita dari gangguan menstruasi.









BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Haid atau menstruasi merupakan ciri khas kematangan biologis seorang perempuan. Haid merupakan salah satu perubahan siklik yang terjadi pada alat reproduksi sebagai persiapan untuk kehamilan. Setiap perempuan normal akan mengalami haid setiap bulannya, yang dipengaruhi oleh faktor hormon, faktor enzim, faktor vascular, dan faktor prostaglandin. Sebelum datangnya haid perempuan akan mengalami sindrom pra-haid yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, yang berupa perubahan-perubahan atau gejala-gejala fisik maupun mental. Sindrom pra-haid ini berkaitan dengan meningkatnya kadar hormon setiap bulan, rendahnya kadar gula, kekurangan vitamin, perubahan yang tetap dalam bichemicals di dalam otak yang mempengaruhi mood, kombinasi dari faktor-faktor itu, atau bukan salah satunya.
Sindrom pra-haid ini tidak selalu sama pada setiap orang. Siklus haid biasanya 28 hari, yang berlangsung selama 3 - 7 hari. Siklus ini tidak selalu sama setiap bulannya.  Perbedaan siklus ini ditentukan oleh beberapa faktor, misalnya gizi, stress, dan usia.
Fase dalam siklus menstruasi, yaitu :
1.      Fase Folikel
2.      Fase Estrus
3.      Fase Luteal
4.      Fase Menstruasi / Perdarahan

Gangguan haid khususnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam :
1.      Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid terdiri dari :
a.       Hipermenorrhea
b.      Hipomenorrhea
2.      Kelainan siklus :
a.       Polimenorrhea
b.      Oligomenorrhea
c.       Amenorrhea
3.      Perdarahan di luar haid : Metrorrhagia
4.      Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid :
a.       Dysmenorrhea
b.      Pre Menstrual Tension
c.       Vicarious menstruation
d.      Mittelschmerz
e.       Cryptomenorrhoe
f.       Mastodia







B.     SARAN
Saran yang dapat penulis sampaikan melalui makalah ini adalah :
1.      Pada setiap perempuan,  agar selalu memperhatikan siklus haidnya, untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan yang berhubungan dengan haid.
2.      Untuk menghindari terjadinya sindrom pra-haid,  setiap perempuan dianjurkan untuk melakukan perubahan diet atau mengatur pola makan.
3.      Pada setiap orang tua, terutama orang tua perempuan, agar dapat menjelaskan tentang haid kepada anak-anaknya sedini mungkin, untuk mengurangi rasa takut yang sering dialami oleh anak-anak ketika menghadapi menarche (haid yang pertama kali datang).
4.      Pada tenaga kesehatan, agar dapat menjelaskan mengenai segala hal yang berhubungan dengan haid, terutama gangguan-gangguan selama haid.











DAFTAR PUSTAKA

Affandi, Biran. 1996. Gangguan Haid pada Remaja dan Dewasa. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Badziat, Ali. 2003. Buku Panduan Praktikum Kesehatan ReproduksiEndokrinologi Ginekologi”. Jakarta : Media Aesculapius
Wiknjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
Manuaba, Chandranita,dkk. 2008. Gawat Darurat Obstetri-Giekologi dan Obstetri-Ginekologi Sosial untuk Profesi Bidan. Jakarta : ECG
http : //ibibblog.blogspot.com.
http : //google.com/makalah-siklus-menstruasi-dan-gangguannya.html
http: //nenkeliezbid.blogspot.com/2010/04/siklus-haid.html
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/112/jtptunimus-gdl-nurmasadah-5571-3-babii.pdf.




No comments:

Post a Comment