May 27, 2016

INFEKSI PAYUDARA : Komplikasi Masa Nifas

INFEKSI PAYUDARA : Komplikasi Masa Nifas


INFEKSI PAYUDARA
A.    Definisi
INFEKSI PAYUDARA KOMPLIKASI NIFAS
Infeksi Payudara (Mastitis) adalah suatu infeksi pada jaringan payudara. Pada infeksi yang berat atau tidak diobati, bisa terbentuk abses payudara (penimbunan nanah di dalam payudara).  
Abses payudara merupakan komplikasi yang terjadi akibat peradangan payudara kronik. Dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, perembesan sekresi melalui fisura di putting, dan dermatitis yang mengenai puting.
B.     Penyebab
Infeksi payudara biasanya disebabkan oleh bakteri yang banyak ditemukan pada kulit yang normal (Staphylococcus aureus). Bakteri sering kali berasal dari mulut bayi dan masuk kedalam saluran air susu melalui sobekan atau retakan dikulit biasanya pada putting susu.
Mastitis biasanya terjadi pada wanita yang menyusui dan paling sering terjadi dalam waktu 1-3 bulan setelah melahirkan. Sekitar 1-3% wanita menyusui mengalami mastitis pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan.
Pada wanita pasca menopause, infeksi payudara berhubungan dengan peradangan menahun dari saluran air susu yang terletak di bawah puting susu.
Perubahan hormonal di dalam tubuh wanita menyebabkan penyumbatan saluran air susu oleh sel-sel kulit yang mati. Saluran yang tersumbat ini menyebabkan payudara lebih mudah mengalami infeksi.
C.    Gejala
Gejalanya berupa:
-          Nyeri payudara
-          Benjolan pada payudara
-          Pembengkakan pada salah satu payudara
-          Jaringan payudara membengkak, nyeri bila ditekan, kemerahan dan teraba hangat
-          Nipple discharge (keluar cairan dari putting susu, bisa mengandung nanah)
-          Gatal-gatal
Pembesaran kelenjar getah bening ketiak pada sisi yang sama dengan payudara yang terkena  Demam
-          Infeksi payudara
D.    Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Jika tidak sedang menyusui, bisa dilakukan mammografi atau biopsi payudara.
E.     Pengobatan
1.      Mastitis
Ø Berikan antibiotika :
-          Kloksasilin   500 mg  per oral 4 kali sehari selama 10 hari
-          atau Eritromisim 250 mg per oral 3 kali sehari selama 10 hari
Ø Bantulah agar  Ibu :
-          Tetap meneteki
-          Kompres dingin selama 15-20 menit, 4 kali/hari sebelum meneteki untuk mengurangi bengkak dan nyeri
Ø Berikan paracetamol  500 mg per oral
Ø Evaluasi 3 hari
2.       Abses payudara
Ø  Berikan antibiotika :
-          Kloksasilin   500 mg  per oral 4 kali sehari selama 10 hari
-          ATAU Eritromisim 250 mg per oral 3 kali sehari selama 10 hari
Ø  Drain abses
-          Anastesia umum di anjurkan
-          Lakukan insisi radial dari batas putting ke lateral untuk menghindari cedera atau duktus
-          Gunakan sarung tangan steril
-          Tampon longgar dengan kassa
-          Lepaskan tampon 24 jam, ganti dengan tampon kecil
Ø  Jika masih banyak pus, tetap berikan tampon dalam lubang dan buka tepinya
Ø  Yakinkan ibu untuk:
-          Tetap meneteki meskipun masih keluar nanah
-          Gunakan kutang
-          Kompres dingin selama 15-20 menit, 4 kali/hari sebelum meneteki untuk mengurangi bengkak dan nyeri
Ø  Berikan paracetamol 500 mg bila perlu
Ø  Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri (misalnya acetaminophen atau ibuprofen). Kedua obat tersebut aman untuk ibu menyusui dan bayinya
Ø  Evaluasi 3 hari
F.     Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya mastitis bisa dilakukan beberapa tindakan berikut:
·        Menyusui secara bergantian payudara kiri dan kanan
·        Untuk mencegah pembengkakan dan penyumbatan saluran, kosongkan payudara dengan cara memompanya
·        Gunakan tehnik menyusui yang baik dan benar untuk mencegah robekan atau luka pada putting susu
·        Minum banyak cairan
·        Menjaga kebersihan putting susu
·        Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui.
Perbedaan Tanda dan Gejala
Bendungan ASI
Mastitis
Abses Payudara
1.      Nyeri payudara dan tegang, kadang payudara mengeras dan membesar.
2.      Biasanya terjadi antara hari 3-5 pasca persalinan
3.      Biasanya bilateral muncul bertahap menyebabkan demam dan tidak berhubungan dengan gejala sistemik. Payudara biasanya hangat saat disentuh
1.      Nyeri payudara
2.      Benjolan pada payudara
3.      Pembengkakan pada salah satu payudara
4.      Jaringan payudara membengkak, nyeri bila ditekan, kemerahan dan teraba hangat
5.      Gatal-gatal
Pembesaran kelenjar getah bening ketiak pada sisi yang sama
1.      Nyeri payudara
2.      Benjolan pada    payudara
3.      Jaringan payudara membengkak dan teraba hangat.
4.      Nipple discharge (keluar cairan dari putting susu, bisa mengandung nanah)

No comments:

Post a Comment