May 27, 2016

Kontrasepsi KB Mantap Medis Operatif Wanita (MOW) / tubektomi dan Medis Operatif Pria (MOP) / vasektomi

Kontrasepsi KB Mantap Medis Operatif Wanita (MOW) / tubektomi dan Medis Operatif Pria (MOP) / vasektomi


KONTRASEPSI MANTAP
Terdiri dari ;
1.      Kontap Wanita            : Medis Operatif Wanita (MOW)
2.      Kontap Pria                 : Medis Operatif Pria (MOP)
I.       MEDIS OPERATIF WANITA
a.        Pengertian
Oklusi tuba fallopii sehingga spermatozoa dan ovum tidak dapat bertemu. (Hanafi, 2004, hal 243)
Adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilisasi (kesuburan) seorang wanita. (Saifuddin, dkk, 2006, Hal MK-82)
b.      Efektifitas
-       Sangat efektif ( 0,5 kehamilan per 100 prempuan selama tahun pertama penggunaan)
-       Efektif 6 – 10 minggu setelah operasi.  (Hanafi, 2004, hal 322)
c.       Jenis
-       Minilaparotomi
-       Laparoskopi
d.      Mekanisme kerja
Dengan mengoklusi tuba fallopi ( mengikat dan memotong atau memasang cincin ) sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
e.       Manfaat
1.      Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding)
2.      Tidak bergantung pada factor senggama.
3.      Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius.
4.      Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal.
5.      Tidak ada efek samping dalam jangka panjang.
6.      Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi hormone ovarium)
  (Hanafi, 2004,)
f.       Keterbatasan
-       Harus mempertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ini (tidak dapat dipulihkan kembali), kecuali dengan operasi rekanalisasi.
-       Klien dapat menyesal kemudian hari.
-       Resiko komplikasi kecil (meningkat apabila digunakan anestesi umum)
-       Rasa sakit/ ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan.
-       Dilakukan oleh dokter yang terlatih (dibutuhkan dokter spesialis ginekologi atau dokter spesialis bedah untuk proses laparoskopi)
-       Tidak melindungi dari IMS termasuk HIV/AIDS
  (Hanafi, 2004,
g.      Indikasi MOW
a)      Usia > 26 tahun
b)      Paritas > 2
c)      Yakin telah mempunyai besar keluarga yang sesuai dengan kehendaknya.
d)     Pada kehamilannya akan menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
e)      Pasca persalinan
f)       Pasca keguguran
g)      Paham dan secara sukarela setuju dengan prosedur ini.
h.      Yang sebaiknya tidak menjalani MOW
a). hamil (sudah terdeteksi atau dicurigai)
b). perdarahan pervaginal yang belum terjelaskan (hingga harus di evaluasi)
c). infesi sistemik atau pelvic yang akut (hingga masalah itu disembuhkan atau dikontrol)
d). tidak boleh menjalani proses pembedahan.
e). kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas di masa depan.
f). belum memberikan persetujuan tertulis.
i.        Waku dilakukan
-       Setiap waktu selama silus haid apabila diyankini secara rasional klien tersebut tidak hamil.
-       Hari ke 6 hingga ke 13 dari siklus menstruasi (fase proliferasi)
-       Pascapersalinan
Minilap : di dalam waktu 2 hari atau setelah 6 minggu atau 12 minggu.
Laparoskopi : tidak tepat untuk klien-klien pascapersalinan.
-       Pacsa keguguran
Triwulan pertama : dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvic (minilap atau laparoskopi)
Triwulan kedua : dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvic (minilap saja)
j.        Komplikasi dan penanganan
KOMPLIKASI
PENANGANAN
Infeksi luka.
Apabila terlihat luka, obati dengan antibiotic. Bila terdapat abses, lakukan drainase dan obati seperti yang terindikasi.
Demam pasca
Obati infeksi berdasarkan apa yang ditemukan.
Luka pada kandung kemih, intestina (jarang terjadi)
Mengacu ke tingkat asuhan yang tepat. Apabila kandung kemih atau usus luka dan diketahui sewaktu operasi, lakukan reparasi primer. Apabila ditemukan pascaoperasi, dirujuk ke RS yang tepat bila perlu.
Hematoma (subkutan)
Gunakan packs yang hangat dan lembab tsb. Amati : hal yang biasanya akan berhenti dengan berjalannya waktu tetapi dapat membutuhkan drainase bila ekstensif.
Emboli gas yang diakibatkan oleh laparoskopi (sangat jarang terjadi)
Ajukan ke tingkat asuhan yang tepat dan mulailah resusitasi intensif, termasuk
Cairan intravena, resusitasi kardio pulmunar dan tindakan penunjang kehidupan lainnya.
Rasa sakit pada lokasi pembedahan.
Pastikan adanya infeksi atau abses dan obati berdasarkan apa yang ditemukan.
Perdarahan superficial (tepi-tepi kulit atau subkutan)
Mengontrol perdarahan dan obati berdasarkan apa yang ditemukan.
II.    MEDIS OPERATIF PRIA
a.        Pengertian
Merupakan suatu metode kontrsepsi pada pria yang aman, sedrhana dan efektif, memakan waktu operasi yang singkat dan tidak memerlukan anestesi umum. (Hanafi, 2004, hal 307)
Adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi. (saifuddin, 2006, Hal MK-85)
Adalah salah satu cara kontrasespsi pada pria. Merupakan kontrasepsi mantap (KONTAP) pada pria yang bersifat ireversibel ( kesuburan praktis tidak dapat dikembalikan ) (BKKBN, 2002)
b.      Efektifitas
-       Sangat efektif
-       Efektif setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan. (saifuddin, dkk. 2006, Hal MK-85)
c.       Jenis
-       standar
-       VTP
d.      Mekanisme kerja
Dengan mengoklusi tuba fallopi ( mengikat dan memotong atau memasang cincin ) sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
e.       Manfaat
1.      Efektif
2.      Aman, morbidibitas rendah dan hamper tidak ada mortalitas.
3.      Sederhana
4.      Cepat, hanya memerlukan waktu 5-10 menit
5.      Menyenangkan bagi akseptor karena memerlukan anestesi lokal saja.
6.      Biaya rendah (hanafi, 2004, hal 308)
f.       Keterbatasan
-       Diperlukan suatu tindakan operatif
-       Kadang-kadang menyebabkan kompilkasi seperti perdarahan atau infeksi
-       Kontap-pria belum memberikan perlindungan total sampai semua spermatozoa, yang sudah ada di dalam system reproduksi distal dari tempat oklusi vas deferens dikeluarkan
-       Problem psikologis yang berhubungan dengan prilaku seksual mungkin bertambah parah setelah tindakan operatif yang menyangkut system reproduksi pria.
g.      Indikasi MOP
MOP  merupakan upaya untuk menghentikan fertilitas di mana fungsi reproduksi merupakan ancaman atau ganguan terhadap kesehatan pria dan pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga.
h.      Kontra Indikasi MOP
1.      Infeksi kulit lokal, missal scabies
2.      Infeksi traktus genitalia
3.      Kelainan scrotum dan sekitarnya ( varicocele, hydrocele besar, filariasis, hernia inguinalis, orchiopexy, luka parut bekas operasi hernia, skrotum yang sangat tebal)
4.      Penyakit sistemik
5.      Riwayat perkawinan, psikologis atau seksual yang tidak stabil.
i.        Komplikasi dan penanganan
1.      Komplikasi dapat  terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa saat setelah tindakan. Komplikasi akibat reaksi mafilaksis yang disebabkan oleh pengguanaan lidokain atau manipulasi berlebihan terhadap anyaman pembuluh darah di sekitar vasa deferensia.
2.      Komplikasi pasca tindakan dapat berupa hematoma skrotalis, infeksi atau abses pada testis, atrofi testis, epididimis kongestif atau peradangan kronik granuloma di tempat insisi, penyulit jangka panjang yang dapat mengganggu upaya pemulihan fungsi  reproduksi adalah terjadinya antibody sperma.

No comments:

Post a Comment