May 30, 2016

KLIMAKTERIUM masa Pra menopause, menopouse hingga ooforopause

KLIMAKTERIUM masa Pra menopause, menopouse hingga ooforopause



KLIMAKTERIUM

A.    Pengertian
KLIMAKTERIUM masa Pra menopause, menopouse hingga ooforopause
     Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium dan terjadi pada wanita berumur 40-65 tahun.
      Masa-masa klimakterium :
  1. Pra menopause adalah kurun waktu 4-5 tahun sebelum menopause.
  2. Menopause adalah henti haid seorang wanita.
  3. Pasca menopause adalah kurun waktu 3-5 tahun setelah menopause.
  4. Ooforopause adalah pada saat ovarium kehilangan sama sekali fungsi hormonalnya.
B.     Etiologi
     Sebelum haid berhenti, sebenarnya pada seorang wanita terjadi berbagai perubahan dan penurunan fungsi pada ovarium seperti sklerosis pembuluh darah, berkurangnya jumlah folikel dan menurunnya sintesis steroid seks, penurunan sekresi estrogen, gangguan umpan balik pada hipofise.

C.     Patofisiologi
      Penurunan fungsi ovarium menyebabkan berkurangnya kemampuan ovarium untuk menjawab rangsangan gonadotropin, sehingga terganggunya interaksi antara hipotalamus – hipofise. Pertama-tama terjadi kegagalan fungsi luteum . Kemudian turunnya fungsi steroid ovarium menyebabkan berkurangnya reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalamus. Keadaan ini meningkatkan produksi FSH dan LH. Dari kedua gonadoropin itu, ternyata yang paling mencolok peningkatannya adalah FSH.

D.    Manifestasi Klinik
  1. Pramenopause : perdarahan tidak teratur, seperti oligomenore, polimenore, dan hipermenore.
  2. Gangguan nerovegetatif : gejolak panas ( hotflushes), keringat banyak, rasa kedinginan, sakit kepala, desing dalam telinga, tekanan darah yang goyah, jari-jari atrofi, gangguan usus ( meteorismus ).
  3. Gangguan psikis : mudah tersinggung, lekas lelah, semangat berkurang, susah tidur.
  4. Gangguan organik : infark miokard aterosklerosis, osteosklerosis, osteoporosi, afipositas, kolpitis, disuria, dispareumia artritis, gejala endokrinium berupa hipertirosis defeminisasi, virilasi dan gangguan libido.
untuk masa menopouse Gejala menopouse
Dr. Janet Mc Arthur (1981) merinci beberapa gejala yang terjadi pada menopause menurut waktu terjadinya :

         Gejala dini
          Beberapa gejala dini yang menandai terjadinya proses menopause, antara lain:
  • Gangguan menstruasi dimana siklus mesntruasi menjadi tidak teratur
  • Rasa panas (hot flushes). Hot flushes adalah sensasi subyektif yang trasa pada tubuh bagian atas, biasanya berlangsung 4 menit. Vasomotor flushes merupakan bagian obyektif dari segala hot flushes, yaitu berupa kemerahan pada dada, leher, muka yang diikuti dengan keluarnya keringat. Palpitasi atau rasa tertekan pada kepala, rasa lemah, pusing, dan vertigo dapat menyertai hot flushes. Hot flushes terjadi jika ada penurunan kadar estrogen dan menghilang jika kadar estrogen meningkat.
  • Keringat pada malam hari, sehinggah menyebabkan sulit tidur, sering terbangun pada malam hari dan mudah lelah.
  • Konsentrasi menurun.
  • Rasa cemas dan kawatir.
  • Rasa percaya diri menurun dan merasa tidak berguna.

    Gejala lanjut
  • Atrofi vagina dan pada keadaan lebih lanjut bisa menyebabkan atrofi uterus dan ovarium, serta terjadinya dispareunia
  • Elastisitas ureta berkurang
  • Perubahan-perubahan pada kulit. Kulit menjadi tipis, kering, dan kurang elastis karena karena penurunan produksi kolagen akibat menurunnya kadar estrogen.
  • Payudara kehilangan bentuknya, dan mulai kendur akibat estrogen yang menurun.
  • Osteoporosis. Pada keadaan menopause yang sudah lanjut, kecepatan remodeling tulang tidak sebanding dengan kecepatan resopsi tulang yang masih lebih cepat. Percepatan hilangnya masa tulang 10 tahun setelah menapause 10 kali lipat. Sehingga osteoporosis muncul terutama pada usia 60 tahun keatas dan menyebabkan fraktur.
  • Resiko menderita penyakit jantung koroner akibat aterosklerosismeningkat, hal ini mungkin berkaitan dengan penurunan kadar esterogen.
Sehubungan dengan terjadinya menopause pada lansia maka biasanya hal itu diikuti dengan berbagai gejolak atau perbahan yang meliputi aspek fisik maupun psikologis yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di lansia tersebut.

FISIK
Beberapakeluhan fisik yang merupakan tanda dan gejala dari menopause yaitu :

a. Ketidak teraturan siklus haid
b. Gejolak rasa panas
c. Kekeringan vagina
d. Perubahan kulit
e. Keringat di malam hari
f. Sulit tidur
g. Perubahan pada mulut
h. Kerapuhan tulang
i. Badan menjadi gemuk
j. Penyakit misal ; penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker payudara, kanker rahim, kanker
ovarium, stroke

PSIKOLOGIS
a. Ingatan menurun
b. Kecemasan
Adapun arti simtom-simtom pesikologis adanya kecemasan bila ditinjau dari beberapa aspek, menurut Blackbrun and Davidson (1990 : 9) adalah sebagai berikut :
  • Suasana hati yaitu keadaan yang menunjukkan ketidaktenangan psikis, separti : mudah marah, perasaan mudah tegang.
  • Pikiran yaitu keadaan pikitran yang tidak menentu, seperti : kawatir, sukar konsentrasi, pikiran kosong, membesar-besarkan ancaman, memandang diri sebagai sangat sensitif, merasa tidak berdaya.
  • Motivasi yaitu dorongan untuk mencapai sesuatu,seperti : menghindari situasi, ketergantungan yang tinggi, ingin melarikan diri, lari dari kenyataan.
  • Perilaku gelisah yaitu keadaan diri yang tidak terkendali sepert : gugup, kewaspadaan yang berlebihan, sangat sensitif dan agitasi.
  • Reaksi-reaksi biologis yang tidak terkendali seprti : berkeringat, gemetar, pusing, berdebar-debar, mual, mulut kering.
c. Mudah tersinggung
d. Stress
e. Depresi

E.     Diagnosis
  1. Umur dan gejala-gejala yang timbul.
  2. FSH dan LH ( FSH = 10-12 x, LH 5-10 x / estrogen rendah ).
  3. Kalsium, kolesterol.
  4. Foto tulang lumbal I.
  5. Sitologi ( Pap Smear ).
  6. Biopsi endometrium.

F.      Pemeriksaan Fisik
     Pemeriksaan tahunan terhadap wanita yang sedang berada pada masa klimakterium harus mencakup hal-hal yang penting seperti :
  1. Tinggi badan, wanita mungkin akan kehilangan tinggi badan sebanyak 2,5 cm atau lebih. Sewaktu mengukur tinggi badan merupakan kesempatan untuk mendiskusikan postur, pergerakan tubuh, latihan dan osteoporosis.
  2. Kulit, evaluasi terhadap integritas, luka dan perubahan pada tahi lalat.
  3. Mulut, gigi dan gusi.
  4. Pemeriksaan panggul, dengan perhatian terhadap perubahan yang menyertai proses penuaan ; spekulum Pederson mungkin optimal untuk wanita paska menopause.
  5. Rektum : periksa adanya keanehan pada darah, adanya massa dan fisura-fisura.

G.    Penatalaksanaan
1. Sedatif, psikofarma.
2. Psikoterapi.
3. Balneoterapi ( diet ).
4. Hormonal. Sindrom klimakterium terjadi akibat kekurangan estrogen maka pengobatan yang tepat adalah pemberian estrogen.
Syarat minimal sebelum pemberian estrogen dimulai :
1. Tekanan darah tidak boleh tinggi.
2. Pemeriksaan sitologi uji Pap normal.
3. Besar uretus normal ( tidak ada mioma uerus ).
4. Tidak ada varises di ekstremitas bawah.
5. Tidak terlalu gemuk / tidak obesitas.
6. Kelenjar tiroid normal.
7. Kadar normal : Hb, kolesterol total, HDL, trigliserida, kalsium, fungsi hati.
8. Nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetes militus perlu dikonsulkan terlebih dahulu ke spesialis penyakit dalam.

     Kontra Indikasi Pemberian Estrogen
1. Troboemboli, penderita penyakit hati, kolelitiasis.
2. Sindrom Dubin Johnson / Botor yaitu gangguan sekresi bilirubin konjugasi.
3. Riwayat ikterus dalam kehamilan.
4. Kanker endometrium, kanker payudara, riwayat gangguan penglihatan, anemia berat.
5. Varises berat, tromboflebitis.
6. Penyakit ginjal.
    Persyaratan dalam Pemberian Estrogen
1. Mulailah dengan menggunakan estrogen lemah ( estriol ) dan dengan dosis rendah yang efektif.
2. Pemberian secara siklik.
3. Diusahakan kombinasi degan progesteron ( bila digunakan estrogen lain seperti etinil estradiol maupun estrogen konjugasi ).
4. Perlu pengawasan ketat ( setiap 6-12 bulan ).
5. Bila terjadi perdarahan atipik perlu dilakukan kuretase.
6. Keluhan nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetesmelitus, terlebih dahulu konsul ke bagian penyakit dalam.
     Yang perlu diketahui
1. Tidak semua keluhan dapat dihilangkan dengan pemberian estrogen.
2. Pelajari faktor-faktor yang menimbulkan keluhan ( faktor psikis, sosial budaya, atau hanya memang terdapat kekurangan estrogen ).
3. Atasi keluhan emosi dan faktor penyebab.
    Efek samping pemberian estrogen :
1. Perdarahan bercak.
2. Perdarahan banyak ( atipik ).
3. Mual.
4. Sakit kepala.
5. Pruritus berat.

H.    Faktor Resiko
     Adipositas, diabetesmelitus, hipertensi, anovulasi, infertilitas, perokok, alkoholisme, hiperlipidemia.
      Faktor yang mempengaruhi gejala perimenopause adalah :
  1. Genetik, usia menarche mempengaruhi cepat lambatnya terjadi menopause.
  2. Nutrisi ( kolesterol, kalsium, fosfat , vitamin ).
  3. Kadar hormon estrogen.
  4. Kebiasaan hidup ( olahraga, minum teh, kopi, minum alkohol, perokok ).
  5. Tingkat pendidikan dan status ekonomi.
  6. Pengangkatan kedua ovarium.

I.       Pencegahan Terhadap Sindrom Klimakterium
  1. Pengaturan makanan ( rendah lemak / kolesterol, cukup vitamin A, C, D, E dan cukup serat ).
  2. Mengkonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen : a. Isiflavon, terdapat pada kacang-kacangan, b. Lignan; terdapat pada padi, sereal dan sayur-sayuran, c. Caumestran ; terdapat pada daun semanggi. Mengkonsumsi makanan dengan kadar gula rendah dan tidak berlebihan.
  3. Tambahan Asupan Kalsium 1000-15000 mg / hari dan vitamin D.
  4. Kontrol rutin 1 tahun sekali ( Pap Smear ).

No comments:

Post a Comment