May 20, 2016

DUKUNGAN FISIK DAN PSIKOLOGIS PADA MASA PERSALINAN



Dukungan fisik dan psikologis

Setiap ibu yang akan memasuki masa persalinan maka akan muncul perasaan takut, khawatir, ataupun cemas terutama pada ibu primipara.Perasaan takut dapat meningkatkan nyeri, otot-otot menjadi tegang dan ibu menjadi cepat lelah yang pada akhirnya akan menghambat proses persalinan.
Bidan adalah orang yang diharapkan ibu sebagai pendamping persalinan yang dapat diandalkan serta mampu memberikan dukungan, bimbingan dan pertolongan persalinan. Asuhan yang sifatnya mendukung selama persalinan merupakan suatu standar pelayanan kebidanan. Asuhan yang mendukung berarti bersifat aktif dan ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Jika seorang bidan sedang sibuk, maka ia harus memastikan bahwa ada seorang pendukung yang hadir dan memantu wanita yang sedang dalam persalinan.
Dukungan dapat diberikan oleh orang-orang terdekat pasien (suami, keluarga, teman, perawat, bidan maupun dokter). Pendamping persalinan hendaknya orang yang sudah terlibat sejak dalam kelas-kelas antenatal. Mereka dapat membuat laporan tentang kemajuan ibu dan secara terus menerus memonitor kemajuan persalinan.
Bidan harus mampu memberikan perasaan kehadiran:
a.      Selama bersama pasien, bidan harus konsentrasi penuh untuk mendengarkan dan melakukan observasi
b.       Membuat kontak fisik : mencuci muka pasien, menggosok punggung dan memegang tangan pasien dll.
c.       Menempatkan pasien dalam keadaan yakin (bidan bersikap tenang dan bisa menenangkan pasien).


Menurut Lesser dan Keane dalam buku Midwifery oleh Varney (2002)

A. ASUHAN TUBUH DAN FISIK
Asuhan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :
1.      Menjaga kebersihan diri
·         Menganjurkan ibu membasuh sekitar kemaluannya sesudah BAK/BAB dan menjaganya agar tetap bersih dan kering. Hal ini dapat menimbulkan kenyamanan dan relaksasi serta menurunkan resiko infeks
·           Mandi di bak/shower dapat menjadi sangat menyegarkan dan menimbulkan rasa santai dan merasa sehat.
  1. Berendam
Beberapa wanita memilih untuk menggunakan kolam hanya untuk berendam pada kala I dan beberapa wanita memilih untuk melahirkan didalam air. Berendam dapat menjadi tindakan pendukung dan kenyamanan paling menenangkan. Diperlukan bak yang cukup dalam agar air dapat menutup abdomen ibu. Hal ini merupakan suatu bentuk hidro terapi dan kegembiraan yang akan meredakan dan membantu kontraksii pada ibu bersalin
3.      Perawatan Mulut.
Ibu yang sedang ada dalam proses persalinan bisanya nafasnya berbau, bibir kering dan pecah-pecah, tenggorokkan kering terutama jika dalam persalinan selama beberapa jam tanpa cairan oral dan tanpa perawatan mulut. Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak menyenangkan bagi orang disekitarnya.
Perawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
·         Menggosok gigi
Ibu bersalin harus diingatkan untuk membawa sikat dan pasta gigi ke rumah sakit/rumah bersalin untuk digunakan selama persalinan.
·         Mencuci mulut
Dengan pemberian produk pencuci mulut sebagai tindakan untuk menyegarkan nafas
·          Pemberian gliserin
Untuk menghindari terjadinya kekeringan pada bibir dan dapat diggunakan gliserin dengan cara mengusapkannya.
·          Pemberian permen
Untuk melembabkan mulut dan tenggorokkan, untuk mencegah aspirasi sebaiknya anjurkan untuk mengonsumsi permen lolipop.
4.      Pengipasan
Ibu yang sedang dalam proses persalinan biasanya banyak mengeluarkan keringat bahkan pada ruang persalinan dengan kontrol suhu terbaik pun mereka akan mengeluh berkeringat pada waktu tertentu. Oleh karena itu gunakan kipas angin, atau bisa juga dengan kertas atau lap yang dapat digunakan sebagai penggannti kipas.

B. KEHADIRAN SEORANG PENDAMPING

Pendamping persalinan bisa dilakukan oleh suami, anggota keuarga atau seseoranng pilihan ibu yang sudah berpengalaman dalam proses persalinan. Oleh karena itu, anjurkan ibu untuk ditemani seorang pendamping untuk melakukan peran aktif dalam mendukung ibu dan mengidentifikasi langkah-langkah yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu. Seorang bidan harus menghargai keinginan ibu untuk menghadirkan teman atau saudara yang khusus untuk menemaninya. Adapun dukungan yang dapat diberikan oleh pendamping yaitu mengusap keringat, menemai//membimbing ibu jalan-jalan, memberikan minum, mengubah posisi, memijat punggung, kaki atau kepala ibu, menciptakan suasana kekeluargaan dan rasa nyaman, membantu ibu bernapas pada saat kontraksi dan mengucapkan kata-kata yang membesarkan hati dan memebrikan pujian kepada ibu.

C. PENGURANGAN RASA NYERI
Metode pengurangan nyeri yang diberikan oleh pendamping secara terus menerus bersifat sederhana, efektif, biaya rrendah,resiko rendah, kemajuan persalinan bertambah baik, hasil kelahiran bertambah baik dan bersifat sayang ibu.
Persalinan dan kelahiran merupakan suatu peristiwa normal, tanpa disadari, dan mau tidak mau harus berlangsung. Peran bidan adalah mendukung ibu dalam pemilihan posisi apapun, menyarankan alternatif-alternatif hanya apabalia tindakan ibu tidak effektif atau membahayakan bagi diri sendiri dan bagi bayinya.
Metode Pengendalian Nyeri Persalinan secara Nonfarmakologis
1.      Kompres panas
Kompres panas meningkatkan shu kulit lokal, mengurangi spasme otot dan meningkatkan ambang nyeri. Hal yang harus diperhatikan oleh seorang pendamping persalinan adalah panas dari alat kompres harus dapat dirasakan senyaman mungkin oleh ibu, karena kemungkinan pada saat persalinan ibu tidak dapat bereaksi terhadap panas yang berlebihan.
            Cara pemberian kompres panas adalah sebagai berikut :
·         Bungkus sumber panas dengan satu atau dua lapis handuk untuk memastikan sumber tersebut tidak terlalu panas.
·         Letakkan handuk panas basah hangat, bantalan panas, kantong pasta silika yang dipanaskan atau botol air panas di perut bagian bawah, paha, punggung bawah, bahu atau perineum
2.      Kompres dingin
Berguna untuk mengurangi ketegangan nyeri sendi dan otot, mengurangi pembengkakan dan menyejukan kulit. Kompres dingin akan membuat baal daerah yag terkena dengan memperlambat transmisi nyeri melalui neuron-neuron sensorik.
            Cara pemberian kompres dingin sebagai berikut :
·         Bungkus sumber dingin satu atau dua lapis handuk untuk memastikan sumber tersebut tidak terlalu dingin dan menghindari rasa tidak nyaman mendadak yang akan terjadi jika benda dingin langsung diletakkan pada kulit dan memungkinkan toleransi dari rasa sejuk menjadi rasa dingin.
·         Letakkan sumber rasa dingin pada punggng bawah atau perineum.
·         Pasang sabuk kantong jeli di punggung bawah sehingg memungkinkan ibu dapat bergerak bebas.
·         Kompres dingin pada rektum membantu mengurangi rasa nyeri yang terjadi karena hemoroid
3.      Hidroterapi
Selain mengurangi ketegangan nyeri otot dan sendi. Hidroterapi dapat mengurangi efek gravitasi bersama ketidaknyamanan yang berkaitan dengan tekanan pada panggul dan struktur lain, tekanan yang  merata pada bagian tubuh yang terendam dan kehangatan seringkali menghasilkan penurunan nyeri dan kemajuan persalinan aktif yang lebih cepat.
4.      Counterpressure
Tekanan yang terus menerus selama kontraksi dilakukan pada tulang sakrum wanita atau kepalan salah satu tangan atau peremasan pada kedua pinggul. Hal tersebut dapat membantu mengurangi nyeri punggung yang dirasakan oleh wanita yang melahirkan.
5.      Penekanan lutut
            Penekanan lutu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
·         Wanita dengan posisi duduk
wanita duduk tegak dikursi dengan kaki ditempatkan di lantai, jika tidak sampai gunakan buku atau peyangga alin sehingga kaki bisa menapak. Pendamping atau bidan berlutut didepan ibu sambil memegang lutut dan menekannya sepanjang kontraksi. Wanita akan merasa punggung terasa lega dan nyeri berkurang.
·         Wanita dengan posisi berbaring dengan satu atau dua bantal meyangga lutut
Diperlukan 2 orang, tekanan hanya pada lutut yang terletak dibagian atas. Wanita menekuk lutut atas dan sendi pinggul sampai membentuk sudut 90 derajat. Satu orang menekan wanita selama kontraksi untuk menstabilkannya dan yang lainnya menekan lutut atas langsung ke arah sendi pinggul wanita.
6.      Gerakan
Menggerak-gerakan secara berirama merupakan salah satu cara yang alamiah untuk mengkoping persalinan dengan baik. Gerakan tubuh yang berirama adalah berdiri dan berayun pada sebuah meja, berlutut sambil bergoyang dengan disangga pasangan atau dengan bantuan sebuah bola besar yang mampu menahan beban sampai dengan 136 kg. Jika disangga pasangan, maka akan mengurangi produksi ketokalamin sehingga meningkatkan perasaan sejahtera.     

MACAM-MACAM POSISI UNTUK PERSALINAN :

1.       Duduk / setengah duduk
Lebih mudah bagi bidan untuk membimbing kelahiran bayi dan mengamati perineum.
2.      Posisi merangkak
Baik untuk persalinan dengan punggung yang sakit, membantu byi melakukan rotasi dan peregangan minimal pada perineum.
3.      Berjongkok
            kepala bayi, memperbesar dorongan untuk meneran.
4.      Berbaring miring ke kiri
Memberi rasa santai bagi ibu yang letih, memberi oksigenasi yang baik bagi bayi, membantu mencegah terjadinya laserasi.

D. PENERIMAAN TERHADAP KELAKUAN DAN TINGKAH LAKUNYA

Penerimaan akan tingkah laku dan sikap juga kepercayaan mengenai apapun yang ibu lakukan merupakan hal terbaik yang mampu ia lakukan pada saat itu.Sebagai seorang bidan yang dapat dilakukan adalah dengan menyemangatinya dan bukan memarahi ibu.
Persalinan dan kelahiran merupakan hal yang fisiologis namun banyak wanita yang tidak siap untuk menghadapi persalinannnya. Wanita biasanya membutuhkanperhatian lebih dari suami dan keluarganya bahkan bidan sebagai penolong persalinan.
Asuhan yang harus diberikan adalah pemberian dukungan mental dan penjelasan kepada ibu bahwa rasa sakit yang ia alami selama proses persalinan merupakan suatu proses yang harus dilalui dan diharapkan ibu tenang dalam menghadapi persalinan.



E.  INFORMASI DAN KEPASTIAN TENTANG HASIL PERSALINAN YANG AMAN
Informasi yang dapat diberikan berupa :
·         Penjelasan tentang proses dan perkembangan persalinan
Wanita yang telah siap mempunyai anak biasanya mengetahi proses persalinan dan merasa ingin diinformasikan mengenai perkembangannya sedangkan pada ibu yang belum siap mereka ingin mengetahui apa saja yang sedang terjadi dalam tubuhnya.
·         Jelaskan semua hasil pemeriksaan
Penjelasan mengenai hasil pemeriksaan akan mengurangi kebingungan pada ibu, ingat bahwa setiap tindakan yang akan kita lakukan harus memperoleh persetujuan
·         Pengurangan rasa takut akan menurunkan nyeri akibat ketegangan dari rasa takut
·         Penjelasan tentang prosedur dan juga keterbatasan prosedur dalam persalinan, hal ini memungkinkan ibu bersalin merasa aman dan dapat mengatasinya secara efektif.

Menurut Sarwono (2006) peran bidan adalah memantau dengan seksama dan memberikan dukungan serta kenyamanan pada ibu, baik segi/perasaan maupun fisik, seperti :
a.    Memberikan dukungan terus-menerus kepada ibu dengan :
1)    Mendampingi ibu agar merasa nyaman
2)    Menawarkan minum, mengipasi, dan memijat ibu.
b.    Menjaga kebersihan diri :
1)    Ibu tetap dijaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi
2)    Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan.
c.    Kenyamanan bagi ibu :
1)    Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan/ketakutan ibu dengan cara :
a)    Menjaga privasi ibu
b)    Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan
c)    Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu
d)    Mengatur posisi ibu
e)    Menjaga kandung kemih tetap kosong, ibu dianjurkan berkemih sesegera mungkin.
f)     Memberikan cukup minum agar memberi tenaga dan mencegah dehidrasi.

Sumarah (2008) mengkategorikan kebutuhan ibu dalam proses persalinan meliputi
1. Kebutuhan fisiologis
a.   Oksigen.
b.   Makan dan minum.
c.   Istirahat selama tidak ada his.
d.   Kebersihan badan terutama genetalia.
e.   Buang air kecil dan buang air besar.
f.    Pertolongan persalinan yang terstandar.
g.   Penjahitan perineum bila perlu.

2. Kebutuhan rasa aman
a.   Memilih tempat dan penolong persalinan.
b.   Informasi tentang proses persalinan atau tindakan yang akan dilakukan.
c.   Posisi tidur yang dikehendaki ibu.
d.   Pendampingan oleh keluarga.
e.   Pantauan selama persalinan.
f.    Intervensi yang diperlukan.

3. Kebutuhan dicintai dan mencintai
a.   Pendampingan oleh suami/keluarga.
b.   Kontak fisik (memberi sentuhan ringan)
c.   Masase untuk mengurangi rasa sakit.
d.   Berbicara dengan suara yang lembut dan sopan.

4. Kebutuhan harga diri
a.   Merawat bayi sendiri dan menetekinya.
b.   Asuhan kebidanan dengan memperhatikan privasi ibu.
c.   Pelayanan yang bersifat empati dan simpati.
d.   Informasi bila akan melakukan tindakan.
e.   Memberikan pujian pada ibu terhadap tindakan positif yang ibu lakukan.

5. Kebutuhan aktualisasi diri
a.   Memilih tempat dan penolong sesuai keinginan.
b.   Memilih pendamping selama persalinan.
c.   Bounding and attachment



No comments:

Post a Comment